HARI RAYA SEBUAH DOA
TERKADANG ada hari yang tidak ditandai oleh kalendar.
Tiada bunga api, tiada gema takbir di udara.
Namun hati terasa penuh—seolah-olah baru pulang dari sebuah perjalanan yang panjang.
Hari ini, hari raya saya. 😁
Hari di mana sebuah doa akhirnya dimakbulkan.
Bukan dengan cara yang saya rancang,
bukan dalam bentuk yang saya impikan,
tetapi tepat seperti yang saya perlukan.
Maka benarlah kata—
Allah tidak selalu memberikan apa yang kita mahu,
namun Dia tidak pernah gagal memberikan apa yang kita perlu.
Ada doa yang dimakbulkan segera.
Ada doa yang ditangguhkan.
Dan ada doa yang Allah simpan—
sehingga kita cukup sabar, cukup matang,
dan cukup bersedia untuk menerimanya dengan redha.
Rezeki itu tidak pernah salah alamat.
Ia hanya menunggu waktunya tiba,
menunggu hati kita belajar percaya,
menunggu jiwa kita belajar tenang.
Sepanjang penantian itu,
kita belajar erti sabar,
kita belajar istiqamah berdoa,
dan yang paling sukar—
kita belajar yakin dengan takdir-Nya,
walaupun belum nampak jalannya.
Hari ini, saya tersenyum dalam diam.
Kerana saya tahu,
setiap doa yang pernah saya titipkan,
tidak pernah terjatuh ke tanah tanpa makna.
Alhamdulillah. 🙏
Untuk setiap penantian.
Untuk setiap pengajaran.
Dan untuk setiap nikmat
yang datang tepat pada waktunya.





